// API callback
related_results_labels_thumbs({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1208303635521663404"},"updated":{"$t":"2020-03-20T15:54:13.486+08:00"},"category":[{"term":"Lifestyle"},{"term":"Kesehatan"},{"term":"Tekno"},{"term":"Otomotif"},{"term":"Berita"},{"term":"Bisnis"},{"term":"Fashion"},{"term":"Travelling"},{"term":"Kuliner"},{"term":"Olahraga"},{"term":"Properti"},{"term":"Teknologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Bbklope.com"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Blog Pribadi Bobi"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.bbklope.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1208303635521663404\/posts\/default\/-\/Teknologi?alt=json-in-script\u0026max-results=8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.bbklope.com\/search\/label\/Teknologi"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"1"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-1208303635521663404.post-4774973400925831233"},"published":{"$t":"2020-02-13T08:26:00.002+08:00"},"updated":{"$t":"2020-02-13T08:26:53.320+08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kesehatan"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Lifestyle"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Tekno"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Teknologi"}],"title":{"type":"text","$t":"Tanya Dokter Psikiater Tentang Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Tanya Dokter Psikiater\" border=\"0\" data-original-height=\"324\" data-original-width=\"456\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Vj2APjz_Q1k\/XkSXvf1mu2I\/AAAAAAAAFJY\/M17IkIDNGAQHZTMyGWF_aC9C4xpOaGrwwCLcBGAsYHQ\/s1600\/Tanya%2BDokter%2BPsikiater.jpg\" title=\"Tanya Dokter Psikiater\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003EGangguan kecemasan merupakan hal yang cukup sering dialami oleh masyarakat, sebagian diantaranya masih bisa dikatakan normal. Namun tidak jarang juga yang berlebihan dan berdampak buruk pada kondisi psikis. Munculnya rasa cemas berlebihan atau secara tidak terkendali ini bisa dipicu oleh berbagai macam hal dan pastinya juga sangat menganggu bukan. Kondisi ini umumnya bisa terjadi pada orang dewasa yang sudah berusia di atas 30 tahun. Anda bisa mengkonsultasikan atau \u003Ca href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/tanya-dokter\" target=\"_blank\"\u003E\u003Cb\u003Etanya dokter psikiater\u003C\/b\u003E\u003C\/a\u003E untuk langkah penanganannya.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003EAdapun gejala yang menyertai adanya gangguan kecemasan tersebut yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah:\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E1.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Rasa khawatir yang berlebihan, hal ini disebabkan oleh berbagai macam kondisi dan membuatkan seseorang menjadi tidak tenang.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E2.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Adanya pikiran yang berlebihan terkait dengan kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi padahal belum tentu muncul.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E3.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Menjadi mudah tersinggung, kemudian gelisah dan juga gugup.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E4.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Menjadi ragu atau takut, kesulitan di dalam mengambil sebuah keputusan. Karena semua hal selalu dipikirkan dampak buruknya, sehingga mereka menjadi kesulitan di dalam mengambil sebuah keputusan.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E5.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Kesulitan di dalam berkonsentrasi. Orang-orang yang mengalami gangguan kecemasan umumnya sulit berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan apapun, termasuk diantaranya ketika belajar.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003EBanyak faktor yang bisa menjadi pemicu seseorang mengalami gangguan kecemasan tersebut, mulai diantaranya adalah trauma di masa lalu, misalnya pernah terkena perundungan atau bullying. Ada riwayat dari keluarga yang menderita masalah serupa, karena genetik ini juga sangat mempengaruhinya. Kemudian bagi orang-orang yang pernah menjadi pemakai obat-obatan terlarang maupun pecandu minuman keras biasanya juga bisa mengalami kondisi serupa.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003EAdapun beberapa jenis pengobatan yang ditawarkan untuk mengatasi kondisi ini, diantaranya adalah:\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E1.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Terapi perilaku kognitif, hal ini dilakukan dengan cara mengenali dan juga mulai merubah pola perilaku dan pemikiran yang membuat mereka menjadi cemas tersebut. Terapi yang satu ini juga tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus ke dokter atau psikiater yang nantinya akan membantu Anda mengajarkan teknik relaksasi agar pasien mampu menjadi lebih tenang.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E2.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Pemakaian obat-obatan, penanganan yang lainnya adalah dengan menggunakan obat-obatan untuk mengurangi keluhan yang diterima tersebut, adapun beberapa jenis obat yang kerap kali digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut, diantaranya adalah:\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E•\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Antidepresan. Obat yang satu ini memiliki fungsi di dalam meningkatkan produksi hormon serotonin dan juga noradrenalin yang ada di otak. Hormon-hormon tersebut memiliki fungsi untuk menenangkan pikiran atau relaksasi, sehingga gangguan kecemasan juga akan mereda.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E•\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Pregabalin, obat yang satu ini lebih dikenal untuk mengatasi kejang dan juga epilepsi. Namun di beberapa kondisi sebenarnya obat-obatan yang satu ini juga dapat dipakai sebagai sarana untuk mengatasi gangguan kecemasan.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E•\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Benzodiazepine, ini termasuk dalam golongan obat penenang yang diberikan kepada pasien penderita gangguan kecemasan yang sudah cukup parah. Fungsi dari obat-obatan yang satu ini tak lain adalah digunakan untuk meredakan gejala kecemasan yang dialami oleh penderitanya, penggunaannya sendiri juga harus sesuai dengan resep dokter, sehingga tidak boleh sembarangan.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003EItulah mengapa hendaknya dilakukan pemeriksaan dan juga konsultasi dengan dokter untuk langkah penanganan secara lebih lanjut, tanya dokter psikiater kini bisa dilakukan semakin mudah, diantaranya adalah secara online, yaitu lewat aplikasi chat dari Halodoc, apapun permasalah kesehatan Anda bisa ditanyakan secara lebih mudah dengan mengandalkan aplikasi semacam ini dan akan dijawab secara realtime.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, sans-serif;\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.bbklope.com\/feeds\/4774973400925831233\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.bbklope.com\/2020\/02\/tanya-dokter-psikiater-tentang-cara.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1208303635521663404\/posts\/default\/4774973400925831233"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/1208303635521663404\/posts\/default\/4774973400925831233"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.bbklope.com\/2020\/02\/tanya-dokter-psikiater-tentang-cara.html","title":"Tanya Dokter Psikiater Tentang Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Vj2APjz_Q1k\/XkSXvf1mu2I\/AAAAAAAAFJY\/M17IkIDNGAQHZTMyGWF_aC9C4xpOaGrwwCLcBGAsYHQ\/s72-c\/Tanya%2BDokter%2BPsikiater.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});