Kamis, 13 Februari 2020

Haji Idak

Tanya Dokter Psikiater Tentang Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan

Tanya Dokter Psikiater

Gangguan kecemasan merupakan hal yang cukup sering dialami oleh masyarakat, sebagian diantaranya masih bisa dikatakan normal. Namun tidak jarang juga yang berlebihan dan berdampak buruk pada kondisi psikis. Munculnya rasa cemas berlebihan atau secara tidak terkendali ini bisa dipicu oleh berbagai macam hal dan pastinya juga sangat menganggu bukan. Kondisi ini umumnya bisa terjadi pada orang dewasa yang sudah berusia di atas 30 tahun. Anda bisa mengkonsultasikan atau tanya dokter psikiater untuk langkah penanganannya.
 
Adapun gejala yang menyertai adanya gangguan kecemasan tersebut yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah:
 
1.    Rasa khawatir yang berlebihan, hal ini disebabkan oleh berbagai macam kondisi dan membuatkan seseorang menjadi tidak tenang.
2.    Adanya pikiran yang berlebihan terkait dengan kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi padahal belum tentu muncul.
3.    Menjadi mudah tersinggung, kemudian gelisah dan juga gugup.
4.    Menjadi ragu atau takut, kesulitan di dalam mengambil sebuah keputusan. Karena semua hal selalu dipikirkan dampak buruknya, sehingga mereka menjadi kesulitan di dalam mengambil sebuah keputusan.
5.    Kesulitan di dalam berkonsentrasi. Orang-orang yang mengalami gangguan kecemasan umumnya sulit berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan apapun, termasuk diantaranya ketika belajar.
 
Banyak faktor yang bisa menjadi pemicu seseorang mengalami gangguan kecemasan tersebut, mulai diantaranya adalah trauma di masa lalu, misalnya pernah terkena perundungan atau bullying. Ada riwayat dari keluarga yang menderita masalah serupa, karena genetik ini juga sangat mempengaruhinya. Kemudian bagi orang-orang yang pernah menjadi pemakai obat-obatan terlarang maupun pecandu minuman keras biasanya juga bisa mengalami kondisi serupa.
 
Adapun beberapa jenis pengobatan yang ditawarkan untuk mengatasi kondisi ini, diantaranya adalah:
 
1.    Terapi perilaku kognitif, hal ini dilakukan dengan cara mengenali dan juga mulai merubah pola perilaku dan pemikiran yang membuat mereka menjadi cemas tersebut. Terapi yang satu ini juga tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus ke dokter atau psikiater yang nantinya akan membantu Anda mengajarkan teknik relaksasi agar pasien mampu menjadi lebih tenang.
2.    Pemakaian obat-obatan, penanganan yang lainnya adalah dengan menggunakan obat-obatan untuk mengurangi keluhan yang diterima tersebut, adapun beberapa jenis obat yang kerap kali digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut, diantaranya adalah:

•    Antidepresan. Obat yang satu ini memiliki fungsi di dalam meningkatkan produksi hormon serotonin dan juga noradrenalin yang ada di otak. Hormon-hormon tersebut memiliki fungsi untuk menenangkan pikiran atau relaksasi, sehingga gangguan kecemasan juga akan mereda.
•    Pregabalin, obat yang satu ini lebih dikenal untuk mengatasi kejang dan juga epilepsi. Namun di beberapa kondisi sebenarnya obat-obatan yang satu ini juga dapat dipakai sebagai sarana untuk mengatasi gangguan kecemasan.
•    Benzodiazepine, ini termasuk dalam golongan obat penenang yang diberikan kepada pasien penderita gangguan kecemasan yang sudah cukup parah. Fungsi dari obat-obatan yang satu ini tak lain adalah digunakan untuk meredakan gejala kecemasan yang dialami oleh penderitanya, penggunaannya sendiri juga harus sesuai dengan resep dokter, sehingga tidak boleh sembarangan.
 
Itulah mengapa hendaknya dilakukan pemeriksaan dan juga konsultasi dengan dokter untuk langkah penanganan secara lebih lanjut, tanya dokter psikiater kini bisa dilakukan semakin mudah, diantaranya adalah secara online, yaitu lewat aplikasi chat dari Halodoc, apapun permasalah kesehatan Anda bisa ditanyakan secara lebih mudah dengan mengandalkan aplikasi semacam ini dan akan dijawab secara realtime.

Haji Idak

About Haji Idak -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :